Kondisi ekosistem Pulau Jawa-Madura yang saat ini telah melampaui ambang batas daya dukung wilayah yang diindikasikan dengan rendahnya prosentase luas penutupan lahan hutan, tingginya potensi resiko bahaya bencana alam serta faktor-faktor lain antara lain tingginya tingkat kepadatan penduduk, memerlukan upaya-upaya penanganan ekologis wilayah berupa perluasan dan pengembangan potensi sumberdaya hutan, termasuk hutan rakyat, yang memiliki peran sangat penting dalam perbaikan kualitas biofisik lingkungan.
Program rehabilitasi dan usaha pengembangan hutan rakyat yang akan dilaksanakan dimaksudkan sebagai perwujudan Visi dan Misi Perusahaan yaitu mendukung dan berperan serta dalam pembangunan wilayah baik regional maupun nasional, serta berperan aktif dan berkontribusi dalam penyelesaian masalah lingkungan regional, nasional dan internasional.
Guna mendukung terselenggaranya kegiatan-kegiatan rehabilitasi dan usaha pengembangan hutan rakyat, Perusahaan membentuk kelembagaan (organisasi) pelaksana tugas-tugas rehabilitasi dan usaha pengembangan hutan rakyat, yaitu Direktorat Rehabilitasi dan Usaha Pengembangan Hutan Rakyat (RUPHR) dalam tahun 2009, yang bertugas untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan serta mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan bidang rehabilitasi dan usaha pengembangan hutan rakyat di wilayah kerja Perum Perhutani.
Penyempurnaan proposal Compact MCC Program
Setelah dinyatakan lolos sebagai peserta dalam program Compact MCC, Tim RUPHR bekerja keras melakukan penyempurnaan proposal usaha pengembangan hutan rakyat dengan melakukan perbaikan-perbaikan isi dan materi proposal berdasarkan guideline yang ditetapkan oleh Tim pengarah program Compact MCC, untuk selanjutnya dihimpun untuk diteruskan oleh Kementerian Bappenas ke MCC USA.
Pemerintah menargetkan melakukan rehabilitasi hutan besar-besaran di Pulau Jawa seluas 2 juta hektar (ha). Upaya ini dilakukan agar penyediaan dan distribusi air minum makin membaik.
Demikian disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di sela-sela Seminar “Sustainable Business Competitiveness, The Next Challenge” di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (24/4/2010). Menurut Hatta, target ini diharapkan bisa terealisasi paling lambat 2014.
Pemerintah memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) 2010-2014, Pemerintah melanjutkan dan memperkuat upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan target rata-rata 6,8-7 persen per tahun dan menargetkan penurunan jumlah penduduk miskin dari 14,2 persen tahun 2009 menjadi sekitar 8-10 persen tahun 2014. Prioritas ini selaras dengan program PBB dalam Millenium Development Goals (MDGs), yang didukung oleh berbagai program kerjasama pembangunan internasional, untuk mengurangi jumlah penduduk miskin.